Hal yang paling menggairahkan tentang puisi adalah sekali kau benar-benar masuk ke dalamnya maka kau takkan pernah menemukan jalan keluar.
(Rey Prameshwara)

Jumat, 13 September 2013

Penjaga Makam


pada pohon kamboja tua dia bersandar
duduk di antara nasib yang layu mekar
di genggamannya: waktu berpendar
di matanya: matahari memudar

baginya makam adalah rumah
di mana semua cemin akan pecah
dari tiap cawan tuak akan tumpah
lalu merdu lagu tinggal desah

telah disaksikannya berlaksa pemakaman
dengan lantunan tawa dari tangisan
juga gerombolan jam dinding yang berjalan
menjauh menunduk mendongak selepas pemakaman

lalu dia kembali bersunyi
menyeka nasibnya sendiri

diam-diam dibersihkannya pusara-pusara
dari rumput liar dan ingatan yang baru lahir
"di sini sudah terlalu banyak kamboja
pemakaman ini tak butuh lagi anyelir"



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Minggu, 25 Agustus 2013

Lilin di Kamar



seringkali, N, ingin kutahu
masihkah jua tatapanmu sendu?
karena mataku erat-rapat kau pejamkan.
tetap saja, N, seperti dulu
di kamar ini tanpa setahumu
cahaya lilin berkejaran dengan bayangan.



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Selasa, 23 Juli 2013

Aku dan Puisiku


kami duduk berhadapan
di tanganku sepotong hati
di tangannya sebilah belati

ketika petir menyambar
ditikamnya aku dengan keras
hatiku tumpah di atas kertas

terangkai bait dari ceceran darahku
terjalin rima dari sengalan nafasku

besok kami akan duduk lagi
berhadapan -hanya saja nanti
aku yang menggenggam belati


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Biarkan Saja


seperti itulah caranya dia menjadi mawar:
berkelopak putih
seperti itulah adanya dia tumbuh liar:
di bawah jendela
mawar putih adalah kepastian:
tangkainya tumbuh dari uratku
takkan kubiarkan mawar berubah merah:
ini mawarku!


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Minggu, 21 Juli 2013

Tentang Mawarku



seperti itulah caranya dia menjadi mawar:
berkelopak putih
seperti itulah adanya dia tumbuh liar:
di bawah jendela
mawar putih adalah kepastian:
tangkainya tumbuh dari uratku
takkan kubiarkan mawar berubah merah:
ini mawarku!



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>