Hal yang paling menggairahkan tentang puisi adalah sekali kau benar-benar masuk ke dalamnya maka kau takkan pernah menemukan jalan keluar.
(Rey Prameshwara)

Jumat, 13 September 2013

Penjaga Makam


pada pohon kamboja tua dia bersandar
duduk di antara nasib yang layu mekar
di genggamannya: waktu berpendar
di matanya: matahari memudar

baginya makam adalah rumah
di mana semua cemin akan pecah
dari tiap cawan tuak akan tumpah
lalu merdu lagu tinggal desah

telah disaksikannya berlaksa pemakaman
dengan lantunan tawa dari tangisan
juga gerombolan jam dinding yang berjalan
menjauh menunduk mendongak selepas pemakaman

lalu dia kembali bersunyi
menyeka nasibnya sendiri

diam-diam dibersihkannya pusara-pusara
dari rumput liar dan ingatan yang baru lahir
"di sini sudah terlalu banyak kamboja
pemakaman ini tak butuh lagi anyelir"



ditulis oleh Rey Prameshwara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar