Hal yang paling menggairahkan tentang puisi adalah sekali kau benar-benar masuk ke dalamnya maka kau takkan pernah menemukan jalan keluar.
(Rey Prameshwara)

Senin, 07 Mei 2012

A Night To Remember

There was a night when the wind
Sang a sweet lullaby
With clear voices, brought relief
Inside uneasy mind,
Whispered sweet goodbye
To the lingering pain and grief.

There was a night whose sky was clear.
No clouds would obscure the sight,
Fireflies glowed, danced amongst the trees.
And inside the soul there was no more fear.
Only happiness lied inside
A gentle heart in the lovely night breeze.

There was a night with a bright moon
And full of glimmering stars
That filled joy into an empty heart.
Silent sky echoed silent scream that soon
Became tuneful sweet songs,
Sung together with a chanting heart.

A night in its most beautiful robe,
Heavenly sight,
Such a night to remember.



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Hope

The long silent days soon come
As I am walking into the cold misty rain.
If sun can shine upon the dome
Only time will tell once again.

Into the brightest light;
One part of my heart has always been true.
Through the darkest night;
One side of my soul is ever glowing blue.

By the end of the hours,
The final journey ends before Thee.
Through the rain that pours,
The peaceful soul is now free.

All beautiful colours always fall into black
Left their traces unseen.
Wherever there is no history to look back
Future days will ease the pain.




ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Doa Seorang Istri

Untuk semua kapal di lautan luas
dan seluruh pelabuhan yang menanti.
Untuk keluargaku,
Dan seluruh teman serta orang yang tak kukenal.
Ini adalah pesan dan doa.

Pesan
Bahwa perjalananku
Telah mengajarkan sebesar-besar kebenaran.

Telah kudapatkan apa yang dicari semua orang
Namun hanya sedikit yang menemukannya:
Satu orang di dunia ini
Yang aku dilahirkan untuknya.

Seorang layaknya diriku,
Dari tempat yang jauh
Dan Atlantik biru bermisteri.

Seorang yang kaya akan kesederhanaan,
Pengalaman,
Pemikiran.

Satu dermaga di mana aku berlabuh selamanya.
Tiada topan atau badai
Bahkan jua kematian yang mampu meruntuhkannya.

Doa
Semoga tiap orang di bumi
Mampu mengecap cinta seperti ini,
Dan olehnya terobati.

Bila doaku terkabul,
Terhapuslah segala salah,
Hilanglah segala sesal,
Cukuplah segala murka.

Aku mohon, Tuhan.
Amin.


__________________________________________________________________

Catatan:
Ini adalah terjemahan bebas dari surat yang ditulis tokoh Catherine Land Blake dalam film Message in a Bottle (1999).


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Indah Pada Waktunya

Kusambut hangat mentari pagi
Kutebar aroma semerbak mewangi
Parasku menaut mata
Warnaku menyaput lara

Aku kembang indah merekah
Di taman rindu menghias hari cerah

Jangan kau petik diriku
Bukankah puspa tak lagi berseri bila kau petik?

Kurayu jiwa dengan gita
Kualun nada menggetar sukma
Laguku menghapus duka
Tembangku menjelma cinta

Aku dara riang bernyanyi
Di petang syahdu melepas hari

Jangan kau kecup bibirku
Bukankah lagu tak lagi memerdu kala aku kau kecup?

Biarkanlah kembang dipetik
Kala perangkai bunga menjalin untaian puspanya

Biarkanlah gita jadi hening
Kala nada sampai pada jedanya

Jangan kau tentang sang masa
Bukankah segalanya jadi indah bila tiba waktunya?


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Menyemai Damai

Melambai rambutmu dibuai angin
Sejuknya mengelus hati bergelung lara
Membelai jiwa meruah nestapa
Dalam temaram tahta duka

Menapak jejakmu melarung angan
Pikatnya mengusap darah beranyam luka
Merambah urat melena raga
Dalam lelah singgasana asa

Di erat genggam jemarimu
Memadat semesta

Di lekat tatap matamu
Memaya nelangsa

Duhai dara di taman swarga

Kerling matamu memudar bintang
Rona rupamu menyaput rembulan
Lincah tarimu mengayun riang
Merdu nadamu memendar dian

Duhai dara berhias tiara

Ini taman lama kau impi
Ini masa lama kau nanti

Kini
Kau nikmati warna mentari
Kau resapi bunga mewangi

Di sini
Kau gayuti bias pelangi
Kau geluti laras puisi

Sementara
Izinkan diriku sejenak dalam senyap
Menyaksikanmu bahagia penuh harap
Kala kau damai dalam lelap
Dalam mimpi indah yang kau dekap

Di sana kau berada
Di tepi indah telaga
Dinaungi rindang untaian bunga
Dicumbui bahagia tak berjeda


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>