Hal yang paling menggairahkan tentang puisi adalah sekali kau benar-benar masuk ke dalamnya maka kau takkan pernah menemukan jalan keluar.
(Rey Prameshwara)

Minggu, 30 Maret 2014

Untuk Hujan

1/ PADA HUJAN Pada rintiknya kuselip benih sebutir; kini tumbuh menjadi takdir. Pada rinainya kutitip kata sebisik; kini lantang menjelma larik. Pada derainya dulu aku berlarian; kini diam di ujung...
Baca seutuhnya...>>>

Jumat, 21 Februari 2014

Di Ujung Dermaga

1/ kupikir kau akan di sini biar kita nikmati siangmu atau senjaku menyusur bibir takdir dan kau lepaskan kisah tentang kelopak-kelopak kembang yang luruh dielus hujan tadi pagi kupikir kau nanti...
Baca seutuhnya...>>>

Rabu, 15 Januari 2014

Kotak Merah Jambu

sebentar-sebentar angin datang mengelus rambutnya dia yang duduk menanti di bangku kayu kotak merah jambu di pangkuannya di kulitnya melekat kenangan biru dari kabut sedesah lara disesapnya pada angin...
Baca seutuhnya...>>>

Senin, 04 November 2013

November Dalam E Minor

Penghujung tahun yang masih saja tak berubah Awet terjaga dalam bingkai musim penghujan Dan dingin yang mengetuk-ngetuk kaca jendela Masih memanggilku yang terjaga di pembaringan Hujan selalu setia...
Baca seutuhnya...>>>

Sabtu, 02 November 2013

Tentang Malam Kita

1/ Di tengah malam pintumu kuketuk: “Biar kugantungkan bulan di langit-langit bilikmu!” Di telingaku jawabanmu mengutuk: “Aku mencintai kelam yang terbaring di lantai bilikku!” 2/ Lalu mengapa kini...
Baca seutuhnya...>>>