Hal yang paling menggairahkan tentang puisi adalah sekali kau benar-benar masuk ke dalamnya maka kau takkan pernah menemukan jalan keluar.
(Rey Prameshwara)

Kamis, 28 Februari 2013

Tentang Malam


Bukan aku meresahi warnanya yang selalu kelam.
Bukan pula senyapnya yang ditegasi jerit serangga di pagar.
Namun apa yang aku kuatirkan tentang malam
adalah tentang lukisan yang kau pajang di dinding kamar.


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Minggu, 24 Februari 2013

Ketika Itu



N, aku mengembara lagi ke dalam buku kita.
Di sini kumainkan lagi sepenggal cerita:
"Ketika telah usai 'When Harry Met Sally…'
kau beranjak ke depan cermin kembali.
Kala kau tersenyum sebelum berdandan,
aku tahu: kau lebih manis dari Meg Ryan."



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Kamis, 31 Januari 2013

Rasa Itu


Seketika saja datangnya
ataukah perginya?
Pena telah kusisip di jemari
tapi jiwa tak lagi menari
Bayang semakin maya dan tipis
aku kehilangan rasa untuk menulis!



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Senin, 31 Desember 2012

Kau Datang Lagi


Siang ini kau datang lagi.
Lalu duduk di sudut sendiri.
Seperti biasa. Seperti di lain hari.
Selalu saja kau datang lagi.

Kau selalu datang bersama hujan.
Kau datang menghela keheningan.
Aku berdarah di ujung senyuman.
Menyambutmu di ujung jalan.

Kali ini kau datang lagi.
Hujan, hening dan dingin menyertai.
Sekali lagi aku kau peluk-ciumi.
Lalu kau gumamkan bait-bait elegi.

Aku terurai dalam pelukmu.
Berpendar. Lalu menyatu.
Lalu aku kehilangan aku.
Lalu aku menemukan aku.

Sekarang kau datang lagi.
Padaku kau selalu kembali.
Di bahuku kau tikamkan belati.
Aku menjauh dari mati.

Aku tak pernah ingin kau ada.
Tak pernah meminta kau tiba.
Seperti semua orang yang mendoa.
Memohon kau tak pernah ada.

Masih saja kau datang lagi.
Masih menikamkan belati.
Masih menggumamkan elegi.
Masih menguliti wangi melati.

Kali ini kau akan kujamu.
Aku telah terbiasa pada dirimu.
Aku telah akrab pada elegimu.
Juga pada tikaman di bahu.

Duduklah kau di sini.
Kali ini kau kutemani.
Akankah esok nanti
Kau datang lagi?



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

(Wajahku) Di Bening Matamu


dalam tenggelam di matamu
ada bayanganku yang semu:
lalu sirna!

pernah tatapmu membelit
menggulung rentang masa
lalu mengurai lagi hilang rupa
ditepis angin dari balik bukit

dulu di matamu selalu kucari sajak
mungkin bersembunyi di kerlingmu
namun bait-bait tanda tanya memerdu
mengiringi tatapanmu yang mengelak

bercermin di matamu yang bening
kucari guratan rupa sebentuk wajah
sejenak tampak nyata di antara resah
lalu perlahan semakin samar dan asing

dalam kenang kutatap matamu
di beningnya kukenali wajahku:
penuh luka!



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>