Hal yang paling menggairahkan tentang puisi adalah sekali kau benar-benar masuk ke dalamnya maka kau takkan pernah menemukan jalan keluar.
(Rey Prameshwara)

Kamis, 22 November 2012

Night Train


I have my bags and boxes packed
And bring them to an old station
Just beyond the city limit
Where the old trees are overgrown

And I will not forget to bring
Red roses I picked carefully
By myself early this morning
From my garden's finest rose tree

September won't cast Friday rain
Not at least in this city part
Now I'm sitting on a night train
And the train's heading for your heart


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Sabtu, 13 Oktober 2012

Ketika Kau Datang

Aku tidak pernah merindumu,
pada malam tersunyi di Januari
atau di hiruk-pikuk pasar pagi.
Tapi kutahu kau menantiku tak jemu
dengan tatap matamu yang sepi.

Aku takkan memanggilmu ke mari.
Kau takkkan datang bila kuseru
kala malam ditikam angin menderu.
Namun kau tenang berdiam diri
sampai daun dan kembang jadi layu.

Tidak juga padamu aku takut.
Aku tidak menentang terbenamnya matahari,
membuang akal lantas jauh berlari,
bersembunyi darimu di dalam kabut.
Tidak. Di sini aku tetap saja berdiri.

Tapi nanti pasti kau akan datang padaku
saat semua kisah di buku telah lepas.
Di tanganmu kugenggamkan sehelai kertas
juga pena yang kupunya sejak awal waktu.
Ketika kau datang, sajakku akan tuntas!


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Senin, 08 Oktober 2012

Sajak Hampa

Ini malam buram, hitam meredam
semua nyala bara yang berderak,
sedia menggeliat jadi api yang marak;
juga air di bejana, kelam berdiam
dalam kebekuan sunyi, tak bergerak.

Ini bukan waktu yang selalu ditunggu
untuk membuka untai tirai panggung
lakon drama, diiringi senandung kidung:
cinta. Tidak juga untuk membelenggu
semua canda-tawa-riang lepas pasung.

Ini kali mati. Sunyi sepi sendiri di sini.
Beribu harapan dan angan tertelan,
hilang wajah hilang rupa. Perlahan.
Lalu dunia yang di sini hilang penghuni,
semakin kabur, lenyap lantas dilupakan.

Ini malam hanya untuk satu sajak hampa.
Terselip di antara ribuan soneta anggun,
lelap dalam penantian hingga terbangun
saat kematian hadir meminta berjumpa:
Sajak hampa berima bersama maut mengalun.

Tapi mati tanpa kematian adalah maya.
Menarikan pena tak bertinta di atas
lembar-lembar kosong helai kertas.
Juga hidup tanpa kehidupan adalah maya.
Segala makna terhapus, pupus tak berbekas.


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Minggu, 16 September 2012

Across The River: A Sonnet

How could you need me in the morning light
When you could have dews sitting on flowers?
The breeze and those singing birds on the trees
Were enough for you to forget the night.
And when the night fell upon misty lake,
You would not need me - when you were lying
In your bed - with a lullaby to sing,
While you had all nocturnal birds awake.
I was not the one who should take the fall.
And I'm not the one who always stands tall,
Be careless and runs through the barring wall.
I shall never cross over the river
Because the land where I should be is here.
Over there, tales I never seek to hear.


ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>

Sabtu, 15 September 2012

Tanda Tanya

Bukan dingin ini malam
Juga lampu yang temaram
Membuat aku surut ke sudut ruang
Berdinding biru kusam

Hanya sebentuk buku
Lapuk dicambuk waktu
Padanya tersimpan penggalan masa
Membeku dan berdebu

Ada rasa pekat mengalir
Untuk satu bait terakhir
Yang akan aku coba jalin malam ini
Di atas lembar terakhir

Ketika membuka lembaran buku usang di tangan
Debunya memadat menebal di selembar harapan
Lalu aku semakin tersudut di pinggir angan
Dikurung seribu tanda tanya yang kau bariskan



ditulis oleh Rey Prameshwara
Baca seutuhnya...>>>